Moving Together Against Sexual Violence Against Women – Bersama Bergerak Melawan Kekerasan Seksual Terhadap

Perempuan Tomorrow, to commemorate the international women’s day, we want to invite you to commemorate and unite for freedom and equality.Tomorrow Friday 6 March 2015 , at the Authentic Cafe , At 19:00 pmThere will be interesting speakers, music and coffee.

 

gaes bentar lagi hari perempuan internasional loh, yuk untuk memperingati gabung sama kita Bhinneka Ceria .mumpung masih muda ikutan acara rutinan kita Youth For Freedom dengan tema “Bersama Bergerak Melawan Kekerasan Seksual Terhadap Perempuan”Besok Jum’at 6 maret 2015, di Otentik Cafe, Pukul 19.00 WIBtentunya dengan pembicara yang kece badai “Mutiara Ika Pratiwi” (aktivis perempuan mahardhika)serta diramaikan dengan band menarik yaitu Ampas kopi dan Kambing Aqiqah. Yuk datang dan Salam Ceria

 

Writing Competition 2015 – POPO ISKANDAR WRITING COMPETITION 2015

 

We want to invite you to participate in a writing competition. The focus is on teachers, specillay from West Java, to express their opinion and views on the existence of fine arts museum and its correlation with education.Further information can be viewed on the poster below or visit :https ; // ruangbacapopoiskandar.wordpress.comor e – mail to :popoiskandarwritingcompetition@gmail.com

 

 

Griya Seni Popo Iskandar dan Ruang Baca Popo Iskandar mengundang partisipasi segenap para guru khususnya yang berdomisili di wilayah Jawa Barat untuk menuangkan gagasan serta pandangannya terhadap keberadaan museum seni rupa dan korelasinya dengan dunia pendidikan dalam program kompetisi menulis essai khusus guru – Popo Iskandar Writing Competition 2015.

informasi lebih lanjut bisa di lihat pada poster di bawah ini atau kunjungi:

https;//ruangbacapopoiskandar.wordpress.com

atau e-mail ke:

popoiskandarwritingcompetition@gmail.compiwc-poster-small1

SAM Fund for the Arts and the Environment – Dana SAM untuk Seni dan Lingkungan

There is funding available, if you or your organization works with art and environmental issues in Indonesia, you can participate. This event is organized by the Center for Urban Studies Rojak and IndoArtNow,

The schedule is:

Acceptance of Proposal : February 1 – March 20, 2015

Selection Panel meeting : 27-28 March 2015

Announcement : 8 April 2015

Activity : 8 April 2015 – December 31, 2016

The money available is up to 100 million rupiah per proposal.

Your proposal must be sent via email to: info@rujak.org

If you have any question you can call the organizers at 021-31906809

 

Dana SAM untuk Seni dan Lingkungan

Untuk kegiatan kesenian oleh perorangan atau organisasi yang bekerja dengan isu-isu lingkungan di Indonesia.

Diselenggarakan oleh Rujak Center for Urban Studies dan IndoArtNow

Jadwal:

Penerimaan Proposal           : 1 Februari – 20 Maret 2015

Rapat Panel Seleksi               : 27-28 Maret 2015

Pengumuman                                   : 8 April 2015

Kegiatan                                : 8 April 2015 – 31 Desember 2016

Panel Seleksi terdiri dari

–       Ayu Utami (Sastrawan, Jakarta)

–       Gustaff Harriman Iskandar (Pegiat budaya, Common Room, Bandung)

–       Nur Hidayati (Pegiat keadilan lingkungan, Kepala Departemen Advokasi, Eksekutif Nasional WALHI 2012-2016, Jakarta)

–       Mella Jaarsma (Seniman, Rumah Seni Cemeti, Yogyakarta)

Ketentuan:

–       Dana dapat digunakan untuk antara lain (tidak terbatas pada): biaya perjalanan, kebutuhan sehari-hari (stipendium), residensi di dalam wilayah Republik Indonesia, biaya proses, biaya produksi, pameran atau peristiwa penyajian lainnya, termasuk diskusi/seminar/lokakarya/ dan penerbitan online/offline.

–       Dana yang dapat diminta maksimal 100 juta rupiah per proposal.

–       Total proposal yang akan didanai maksimal 10.

–       Untuk proposal yang masuk dalam daftar-pendek, ada kemungkinan wawancara melalui telepon atau skype pada tanggal 27 Maret – 7 April 2015. (Diharapkan kesiapan para pengaju proposal pada periode tersebut)

Formulir Terlampir

– Narasi Proposal

– Riwayat Hidup

– Rencana Anggaran

Proposal dikirimkan hanya melalui email ke:

info@rujak.org

Sekretariat Dana SAM untuk Seni dan Lingkungan:

u.p. Edhis Subhana

Rujak Center for Urban Studies

Telpon/Fax.: 021-31906809

Enjoy and support Sumba Island – Indonesia Sedap, Nusa Tenggara Timur

On January 31st you will have the chance to relish a great feast with local food typical of East Nusa Tenggara. At the same time you can enjoy a photo exhibition depicting the landscape and socio-cultural conditions of the community in Sumba Island. You can also help to fund the manufacture of biogas digesters in the island.

Bulan Januari ini kami mencoba menyajikan menu pangan lokal khas Nusa Tenggara Timur. Untuk lebih menyemarakkan acara, pada tanggal 31 Januari nanti kami juga bekerja sama dengan anak-anak muda yang bersemangat menyuarakan energi bersih. Dalam format penggalangan dana untuk pembuatan digester biogas di Pulau Sumba, datang dan nikmati pameran foto yang menggambarkan bentang alam dan kondisi sosial budaya masyarkat Pulau Sumba.
Mari cicipi makanan khas NTT, turut lestarikan budaya khas Indonesia sekaligus berkontribusi pada kemajuan masyarakat Sumba dan lingkungan sekitar kita.
Datang dan nikmati sedapnya Indonesia smile emoticon

New joint exhibition at Gallery Orange in the Phillipines

A new exhibition is opening at the Gallery Orange in Bacolod City in the Philippines. Remnants from paths that wonder is a join exhibition with several artists from Korea, Indonesia, Malaysia and the Philippines.

The exhibition will be opened until Februrary 10th.

If you want to check it out, the exact address is: Art District, Lopues Mandalagan, 6100 Bacolod City. The gallery opens between 2pm and 9pm from Monday to Saturday.

Antariksa, Irwan Ahmett & Tita Salina at Cemeti Art House

This Thursday 11 of December there will be a presentation and discussion about the Japanese-occupied Indonesia.

Antariksa is a researcher and co-founder of KUNCI Cultural Studies in Yogyakarta. He is now working on his new book about Indonesian art during Japanese occupation in 1940’s.

Irwan Ahmett and Tita Salina are two artists from Jakarta whose practice often touch on themes of ‘vulnerability’, because they believe that their processes contain essential issues of humanism at its most basic and universal centre.

They will present a series of interventions from their three month residency at the Tokyo Wonder Site, Japan. In this presentation they will also speak about Japan’s geopolitical relationship with Indonesia, beginning with historical connections, as well as the spectrum of contemporary situations, and then imagining a leap far into the future, looking at the vulnerability of a social order.

Thursday, 11 December 2014 | 7.30 PM

Cemeti Art House

D.I. Panjaitan 41, Yogyakarta

Creation of a New Identity through Music at Kunci

This Thursday December 11 between 15:00 and 18:00 there will be a presentation of a presentation project from students of the Department of Anthropology at the University of Gajah Mada. The presentation aims to share preliminary findings of the research on tek-tek music, in order to formulate the final research questions.

The presentation will be held at KUNCI Cultural Studies Center Ngadinegaran MJ3/100, Yogyakarta 55143

 

KUNCI mengundang anda untuk hadir dalam presentasi proyek penelitian Brigitta Engla Aprianti, Nikolas Nino dan Yudha Baskoro (mahasiswa Jurusan Antropologi, Universitas Gajah Mada) mengenai kelompok “musik tek-tek” di Jalan Malioboro, Yogyakarta. Musik merupakan sebuah hasil kebudayaan yang tidak berdiri sendiri dan mampu mencerminkan kehidupan sosial karena memuat ide-ide dari suatu kelompok masyarakat. Begitu juga yang terjadi pada “musik tek-tek”—sebuah jenis musik yang berasal dari daerah Jawa Tengah (Banyumasan, Karisidenan Kedu), tepatnya Purbalingga. Musik yang menggunakan bambu sebagai komponen utamanya dibawa pertama kali ke Yogyakarta oleh kelompok asal Purbalingga bernama Calung Funk. Setelah kurang lebih lima tahun berada di kawasan Malioboro, musik ini seolah-olah telah melebur dengan lanskap dan soundscape dari kawasan tersebut. Lantas, bagaimana penciptaan identitas baru kelompok melalui musik dapat terjadi? Presentasi ini bertujuan untuk membagikan temuan-temuan awal dalam rangka merumuskan pertanyaan-pertanyaan penelitian yang lebih tajam.

Brigitta Engla, Nikolas Nino, dan Yudha Baskoro adalah mahasiswa jurusan Antropologi Budaya, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Gadjah Mada, yang sedang magang di KUNCI selama bulan Oktober hingga Desember 2014.

Robert Kan at Merdesa

Robert Kan at Merdesa

This Wednesday 10th of December a new solo exhibition by Robert Kan will be opening at Merdasa. The inauguration will commence at 19:30 and will be opened by Yaksa Asthma Wirya.

The coordinates are Road D.I. panjaitan 10

 

Mengundang Anda pada pembukaan Pameran Tunggal Robet Kan Netes Ing Angin

Rabu 10 Desember 2014, jam 19.30 WIB dibuka oleh Yaksa Asma Wirya

Merdesa: Jalan D.I. Panjaitan No.10

Datanglah beramai-ramai bergembira dan berbahagia bersama-sama

Identity Parade|Maradita Sutantio 12 December Yogyakarta

This Friday there will be a really interesting exhibition by Maradita Sutantio at ViaVia Café & Alternative Art Space. The artist will be present, so you’ll have the chance to speak directly with her. The event will also have live music.

A really interesting chance to keep up with Indonesian upcoming artists.

ViaVia Jogja, Jl. Prawirotaman 30, starting at 6:30 pm

Identity Parade|Maradita Sutantio
Kesadaran manusia sebagai mahluk hidup dan eksistensinya dalam berhubungan dengan mahluk hidup lain adalah tema besar dalam karya-karya Maradita Sutantio. Hubungan tersebut membuat manusia selalu dalam posisi bernegosiasi dengan berbagai aspek yang sangat luas, lebar dan intangibles. Dalam pameran tunggalnya ini Dita melakukan sebuah riset terhadap identitasnya sendiri dan jejak-jejak yang terekam dalam hubungannya dengan lingkungan sosial.
Secara etimologis, identitas merupakan situasi dimana manusia mampu berkaca dan menemukan berbagai tanda khas melalui pertautan sisi internalnya dengan eksternal (hal ini mengacu pada kondisi; sosial, politik, budaya, gender, psikoanalisis, dll). Selain itu, manusia tidak hanya berusaha untuk mencari dan mengenal dirinya sendiri. Ia juga berusaha untuk memberi identitas kepada orang lain.
Identity Parade, merupakan perayaan atas makna identitas diri yang dianggap telah jelas dan berhasil ditemukan. Identitas/ tanda-tanda khas yang diadopsi (dan teradopsi), berperan menjadi kulit terluar yang muncul berlapis untuk menata dan mengelola makna proses interaksi dengan dunia sosial. Seperti jaket dan pakaian, tanda khas tersebut dapat dipilih dan diganti dengan cepat – menyesuaikan dengan situasi yang dihadapi.
Sebelum berhasil menemukan identitas diri, saya, anda, dan mungkin kita semua pasti pernah memasuki masa-masa kritis dalam proses pencarian makna diri dan remeh-temeh- nya. Erik Erikson menyatakan krisis dan pembentukan identitas akan selalu terjadi pada setiap tahap kehidupan seseorang pada tiap-tiap tingkatan usia tertentu. Penemuan identitas yang dirayakan ternyata tidaklah mutlak dan solid, ia selalu berubah dan bergerak, sebagian faktor pengubahnya bahkan diluar kendali kita sebagai si empunya identitas. Identitas menjadi benda murahan yang semakin mudah terberi dan termanifestasi faktor luar – diluar si pemilik identitas.